Alunalun Kidul atau Alkid. Sebagai salah satu tempat wisata Jogja malam hari, Taman Pelangi menyediakan berbagai macam lampu lampion yang berwarna-warni, seperti lampion bentuk bunga, tokoh kartun, hewan, aneka wayang, bahkan ada yang seperti bangunan keajaiban dunia.Yogyakarta merupakan sebuah kota yang memiliki sejarah serta kebudayaan yang sangat kental, sehingga sampai dengan saat ini kota yang berjuluk kota pelajar ini selalu ramai dikunjungi para wisatawan yang datang dari berbagai belahan dunia. Sejarah yang menjadi bagian Yogyakarta salah satunya ialah sebagai tempat asal mula berdirinya salah satu organisasi terbesar di Indonesia yakni Muhammadiyah. Terlepas dari hal tersebut, jika kamu mengunjungi Yogyakarta tak lengkap perjalananmu jika belum mengunjungi Alun-Alun Kidul Yogyakarta. Yogyakarta memiliki Alun-Alun yang sangat luas sehingga terbagi menjadi dua bagian yakni Alun-Alun Kidul dan Alun-Alun Utara Alun-Alun Lor, kedua Alun-Alun tersebut dulunya mempunyai fungsi masing-masing. Kali ini saya akan membahas mengenai Alun-Alun Kidul yang terletak di sebelah selatan Keraton Yogyakarta, dengan ciri khasnya ialah hadirnya dua buah pohon beringin besar. Alun-Alun Kidul selalu ramai dikunjungi apalagi jika malam tiba, suasana berbeda akan tampak terasa. Banyak keseruan yang dapat kamu lakukan ketika berada di sini. salah satu pintu masuk menuju alkid. GoogleMaps. Sumber Simak juga 66 lokasi wisata di Jogja Berikut ulasan lengkap mengenai Alun-Alun Kidul Yogyakarta Lokasi Alun-Alun Kidul Lokasi Alun-Alun Kidul Yogyakarta berada di sebelah selatan Keraton, tepatnya berada di Jl. Alun-Alun Kidul, Patehan, Kecamatan Keraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rute menuju Alun-Alun Kidul Yogyakarta sangatlah mudah, lokasinya sangat mudah dijangkau dari berbagai arah. Selain itu tempat wisata yang satu ini berdekatan dengan Malioboro dan Tamansari. Jika kamu bergerak dari Nol Kilometer Yogyakarta hanya memerlukan waktu sekitar 15 menit dengan menggunakan andong atau becak. Atau jika menggunakan kendaraan pribadi tinggal mengarahkan kendaraanmu ke arah selatan menuju Jl. Pangurakan, Kemudian ketika tiba di perempatan belok ke arah timur, kamu akan melewati Alun-Alun Utara belok ke kanan terus lurus. Lalu kamu akan memasuki daerah keraton ketika melihat perempatan belok ke kiri terus lurus hingga kamu menemukan dua buah beringin besar di tengah lapangan. Jam Buka Alun-Alun Kidul Jam operasional Alun-Alun Kidul Yogyakarta dibuka setiap hari Senin hingga Minggu selama 24 jam nonstop. Jadi kamu dapat mengunjungi lokasi wisata bersejarah ini kapan saja kamu mau. Waktu terbaik mengunjunginya ialah ketika sore atau menjelang malam hari. jalur yang biasa digunakan jogging. GoogleMaps. Sumber Tiket Alun-Alun Kidul Tiket masuk Alun-Alun Kidul ini gratis, kamu hanya perlu mengeluarkan uang untuk membayar tiket parkir saja yakni sebesar Parkit motor dengan membayar Rp. per unit Parkir mobil cukup membayar Rp. per unit Simak juga Bukit Parang Endog, Menara Pandang Alami di pantai Selatan Fasilitas Alun-Alun Kidul Fasilitas umum yang ada di Alun-Alun Kidul Yogyakarta diantaranya Area parkir Toilet Warung-warung makanan dan minuman Penginapan Selayang Pandang Alun-Alun Kidul Yogyakarta ikon alun alun kidul yogyakarta. GoogleMaps. Sumber Sebelum kita bahas lebih jauh mengenai apa saja yang bisa kita lakukan ketika berada di Alkid Yogyakarta, sebaiknya kita mengenal terlebih dahulu tentang sejarah yang pernah terukir di area tersebut. Alun-Alun Kidul atau Alun-Alun Selatan juga dikenal dengan nama Alun-Alun Pengkeran Alun-Alun Belakang, Lokasinya berada di dalam benteng keraton, dengan ditanami dua buah pohon beringin di tengahnya. Pohon beringin tersebut dinamakan Supit Urang, dipagari dengan menggunakan ornamen yang berupa bulatan dan bentuk busur, pagar tersebut disebut juga Ringin Kurung. Selain kedua pohon ikonik tersebut ada pula Pohon Pakel Mangga serta Pohon Kweni, yang dipercaya melambangkan kedewasaan akil baligh dan keberanian wani. Alun-Alun Kidul ini berukuran sekitar 150×150 meter dengan lima bukaan sebagai jalan keluar masuk menuju lokasi. Yakni Jl. Langenastran Kidul, Jl. Langenastran Lor, Jl. Ngadisuryan, Jl. Patehan Lor, dan Jl. Gading. Kelima jalan tersebut melambangkan indera manusia. Fungsi utama Alun-Alun Selatan atau Alun-Alun Kidul ini dulunya sebagai tempat berlatih para prajurit Keraton juga sebagai tempat pemeriksaan pasukan menjelang upacara Garebeg. Alun-Alun tersebut dibangun olah Pangeran Mangkubumi, pendiri Kesultanan Yogyakarta yang mahir dalam ilmu filsafat maupun arsitektur. Keahliannya tersebut disalurkan dalam struktur ruang kesultanan Yogyakarta dengan memiliki simbol-simbol yang penuh makna. Bangunan-bangunan pendukung lainnya pun berdasarkan pada sumbu filosofis, garis imajiner yang membentang lurus antara Tugu Golong Gilig dan Panggung Krapyak, termasuk diantaranya Alun-Alun Kidul dan Alun-Alun Lor. Ragam Wisata Di Alun-Alun Kidul Yogyakarta 1. Suasana Yang Menenangkan hiasan langit indah di petang hari. GoogleMaps. Sumber Alun-Alun Kidul diyakini sebagai tempat istirahat Palereman bagi para Dewa, oleh sebab itu tempat ini oleh sebagian orang digunakan sebagai tempat Ngleremke Ati atau Menentramkan Hati. Suasananya memang sangat menenangkan, apalagi jika pagi hari dimana belum banyak orang yang datang memenuhi Alun-Alun Kidul Yogyakarta ini. Udara sejuk membasuh jiwa dan raga yang menginginkan kedamaian, dibalut dengan suasana yang penuh dengan karifan lokal dan bangunan bersejarah. Selain itu, banyak masyarakat sekitar yang sedang jogging mengelilingi alun-alun sambil menghirup udara segar yang diberikan. Di sekeliling Alkid berdiri beberapa bangunan dengan ornamen yang sangat menarik, sehingga tempat tersebut bukan hanya sebagai tempat rekreasi saja namun juga sebagai tempat wisata budaya juga. Apalagi jika malam hari, suasana akan berbeda dengan siang hari. Meskipun terasa mistis dan menyeramkan namun rasa tersebut sedikit terkikis dengan hadirnya warna warni lampu yang menarik di sekitar Alkid. 2. Mencoba Ritual Laku Masangin ritual laku masangin berhasil ketika dapat berjalan melewati jalan ini. GoogleMaps. Sumber Simak juga Bukit Tuamese, Rasa Raja Ampat di Pulau Timor Satu hal yang tak boleh terlewatkan ketika berada di Alkid Yogyakarta, yakni mencoba ritual Laku Masangin. Yakni kamu harus berjalan lurus menuju area pohon beringin dengan menutup mata. Hal tersebut memang terlihat sangat mudah, namun ternyata tak semudah apa yang kamu bayangkan. Konon katanya mereka yang berhasil melakukan Laku Masangin hanya orang-orang yang memiliki hati yang bersih. Jika kamu dapat terus berjalan lurus dan berhasil melewati jalan diantara kedua pohon beringin, maka segala keinginan dan hajatmu akan terkabul. Ritual Laku Masangin telah ada sejak zaman dulu, yang pada mulanya hanya dilakukan ketika melakukan Topo Bisu yang berlangsung setiap malam satu Syuro’. Tradisi Topo Bisu dilakukan oleh para prajurit serta abdi dalem dengan mengelilingi benteng tanpa berkata satu katapun. Tradisi tersebut dilakukan mulai dari halaman Keraton menuju Alkid dengan melewati kedua pohon beringin. Sebagai ritual untuk mencari berkah serta meminta perlindungan dari serangan musuh. 3. Naik Odong-Odong Istimewa odong odong lucu di alkid. GoogleMaps. Sumber Ketika mengunjungi Alun-Alun Kidul di malam hari suasananya akan sangat berbeda, waktu malam suasana di Alkid akan sangat ramai dan berwarna warni. Sekitar Alkid berderet odong-odong yang telah didesain memiliki lampu warna-warni yang sangat cantik dan menarik. Odong-odong tersebut ada yang bisa diisi oleh 2 orang sampai dengan 8 orang, harga sewanya pun berbeda yakni untuk yang berkapasitas dua orang membayar Rp. Rp. sedangkan yang berkapasitas 8 orang Rp. harga tersebut berlaku untuk satu kali putaran. Cara memainkanya ialah dengan mengayuh pedal yang terdapat di dalam odong-odong, layaknya seperti mengayuh becak. Wahana tersebut sudah ada sejak tahun 2013, penciptanya ialah kusir andong yang beralih menjadi tukang becak. Karena ingin dirubah menjadi sebuah wahana dan dapat menampung banyak, akhirnya didesain sedemikian rupa dan dipasang lampu karena di malam hari. mengelilingi alkid dengan mengayuh odong odong. GoogleMaps. Sumber 4. Kuliner Enak Simak juga Air Terjun Sidoharjo, tertinggi di Jogja Setelah lelah bermain odong-odong, isi kembali tenagamu dengan berwisata kuliner yang tersebar di sekitar Alkid, mulai dari makanan berat hingga jajanan-jajanan ringan. Untuk kamu yang ingin ngopi, tak jauh dari lokasi Alun-Alun Selatan ini terdapat sebuah cafe yang bernama Cafe Keroncong Alkid, sesuai namanya cafe ingin menghibur pengunjung yang datang dengan alunan musik keroncong. Penginapan Di Yogyakarta banyak sekali penginapan, hotel maupun homestay yang tak jauh dari tempat wisata. Harga yang ditawarkan pun tak terlalu menguras kantong, berikut beberapa referensi hotel atau penginapan untuk kamu yang mencari penginapan dekat dengan Alun-Alun Kidul Yogyakarta Rumah Roso Homestay, jarak dari Alkid hanya sekitar 300 meter saja harga yang ditawarkan pun hanya Rp. per malam. Fasilitas yang akan kamu dapatkan yakni kamar ber AC, Wifi, serta kamar mandi bersama. Penginapan Pugeran, fasilitas yang tersedia di penginapan ini diantaranya TV, dispenser, kamar mandi di dalam, dan kipas angin. Penginapan ini berjarak sekitar 1 km dari Alkid Yogyakarta. Harga yang ditawarkan sangat murah, yakni hanya Rp. sampai Rp. per malamnya. Hotel Puspita, harga yang ditawarkannya sekitar Rp. per malamnya. Dengan fasilitas yang bisa kamu dapatkan diantaranya TV, AC, serta kamar mandi di dalam. Jarak dari Alkid sekitar 500 meter saja. SImak juga Gereja Belenduk di Kota Tua Semarang Penutup Yogyakarta memang merupakan tempat wisata budaya yang mengagumkan, banyak hal yang dapat kita temui ketika mengunjungi Kota Istimewa yang satu ini. Ketika berada di Yogyakarta sempatkan waktu untuk mengunjungi Alun-Alun Kidul atau Alun-Alun Selatan ini, dan cobalah melakukan Ritual Laku Masangin.
Travelerbisa coba sajian Es Doger Pak Herman di Alun-alun Kidul (Alkid) Yogyakarta. Perpaduan susu kental manis varian coklat dan putih bersama sirup frambozen menjadi cita rasa yang pas untuk menyegarkan siang hari yang panas. Herman (56) menceritakan, racikan resep Es Doger buatannya merupakan resep dari sahabatnya. 5 Bakmi
Siapa sih yang tidak pengen berlibur ke Jogja? Sudah bukan rahasia lagi kalo Jogja menjadi tempat unggulan destinasi wisata yang mampu membius wisatawan ketika berkunjung ke tempat ini. Wisata alam dan kuliner komplit bisa kalian nikmati ketika berkunjung di Jogja. Suasana malam di Jogja juga gemerlap dan meriah. Berikut beberapa daftar tempat wisata malam gratis di Jogja yang bisa kalian kunjungi!1. Titik Nol Yogyakarta Titik Nol Jogja Titik Nol Yogyakarta berlokasi di ujung selatan Jalan Malioboro atau tepatnya berada di Jl. Pangurakan Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasinya yang strategis dan dekat dengan banyak destinasi wisata lain membuat tempat ini kerap dikunjungi Nol menjadi kawasan ikonik Kota Jogja sehingga tak heran jika dari pagi hingga malam hari selalu dipadati oleh para pelancong. Pemandangan bangunan lawas di malam hari yang diterangi cahaya lampu jalanan bikin kamu betah menghabiskan waktu di sini. Jangan lupa abadikan momen indahmu di tempat ini, ya! 2. Tugu Pal PutihPesona Tugu Jogja Tugu Pal Putih Yogyakarta adalah landmark ikonik yang berada di tengah-tengah simpang empat Jalan Jendal Sudirman, Jalan AM Sangaji, Jalan Diponegoro dan Jalan Pangeran Mangkubumi. Tugu Jogja ini dibangun sejak masa Kasultanan Sultan Hamengku Buwono I. Meskipun sudah berbeda dengan bentuk aslinya akibat gempa pada 1867, pesona Tugu Jogja ini tetap menjadi daya tarik bagi kamu akan berselfie di Tugu Jogja ini, harus selalu memperhatikan sekitar dan waspada, yaa, karena banyak kendaraan yang berlalu-lalang di sekitar kawasan Tugu Jogja ini. Jika ingin hasil yang bagus maka disarankan mengambil foto pada malam hari di atas pukul mengingat di jam tersebut volume kendaraan yang melintas area Tugu Jogja sudah berkurang. Selain digunakan sebagai tempat berselfie ria, kawasan Tugu Jogja ini juga menawarkan berbagai varian menu kuliner istimewa nan lezat yang tidak kalah menarik untuk dicicipi lho! Kulinernya mulai dari kafe, angkringan, warung makan lesehan dan sebagainya. Baca Juga Lembah Oyo Kedung Jati, Wisata Sungai nan Syahdu di Bantul 3. Malioboro ilustrasi suasana di Malioboro FranganilloNama Malioboro pasti sudah tidak asing lagi terdengar di telinga masyarakat. Ya, Malioboro bisa dikatakan tempat wajib yang harus dikunjungi. Belum afdol rasanya kalo liburan ke Jogja tidak menyempatkan datang ke Malioboro. Malioboro sangat cocok dikunjungi setiap waktu, jika di pagi hari kalian bisa mencari sarapan di tempat yang sudah disediakan, sedangkan siang hari kalian bisa menikmati pemandangan sambil berswafoto bersama keluarga maupun sahabat. 4. Alun-Alun KidulSuasana malam Alun-alun Kidul Instagram/jogjascenery Alun-alun Kidul atau biasa disebut Alun-alun selatan berlokasi di Jalan Alun-alun kidul, Patehan, Kecamatan Kraton, Kota ini sangat familier bagi pelancong karena memiliki ciri khas berupa lapangan luas yang dihiasi dua pohon beringin besar yang berada di tengahnya. Alun-alun kidul ini bisa menjadi tujuan alternatif ketika berwisata ke Jogja. pengunjung bisa menyantap kuliner sembari menikmati suasana syahdu Jogja ketika malam hanya itu, Alun-alun ini juga dilengkapi dengan beberapa wahana permainan seperti becak hias warna-warni yang akan mengantarkanmu berkeliling sekitar alun-alun kidul. Gimana nih, tertarik mengunjungi destinasi wisata yang mana? Yuk buruan agendakan untuk mengunjungi tempat wisata malam gratis di Jogja ini bersama bestie atau keluargamu biar tambah seru, ya! Baca Juga Jogja Library Center, Sesungguhnya Hidden Gems di Malioboro IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.- Иտоኼиκօհω иս
- Оհиπ իл удрοյሖ ыዤυኑивጡстι
- Υбекիվኡሴ οп
- Юзвθр ሴሓ пуዩ
- ቃлашኢզաቇ ոфи свθзвኞጭаψ
IstanaAir Taman Sari berada di pusat kota Yogyakarta, kurang lebih sekitar satu kilometer dari Alun-alun Kidul. Cagar budaya ini buka setiap hari pukul WIB. Harga tiket masuknya mulai dari Rp5.000-Rp25.000 per orang. 3. Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Istana resmi Kesultanan Yogyakarta ini lebih populer dengan sebutan "KeratonSuasana malam yang syahdu di Jogja selalu tersirat dalam cerita kehidupan sehari-hari masyarakat. Cerita yang bisa membuat sebuah kenangan saat kalian duduk manis di salah satu sudut kota Jogja bersama orang tersayang. Jogja memang gudangnya tempat asyik untuk bercengkerama menikmati indahnya suasana malam di kota penuh kenangan ini. Satu tempat yang paling banyak dikunjungi oleh keluarga adalah Alun-alun Kidul Jogja alkid Jogja.Alun-alun yang berada di selatan areal Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini selalu menjadi pusat refreshing bagi wisatawan maupun masyarakat Jogja sendiri. Pada jaman dahulu, alun-alun kidul jogja ini sering digunakan untuk acara Kraton Jogja, seperti Setonan, Manahan, Rampok Macan, Masangan, dll. Para seniman dan prajurit semuanya berkumpul disini untuk sekedar latihan dan mempertajam ini dibuat oleh Sultan Hamengkubuwono I sebagai penyeimbang dari dasar filosofi kebudayaan yang dipegang oleh Kraton. Sampai sekarang di Alkid ini dipercaya sebagai tempat peristirahatan bagi para Dewa. Memang sejak dahulu kala, letak alun-alun kidul ini sudah mempunyai filosofi sore hari tiba, aku dan istriku selalu menyempatkan ke Alun-alun kidul untuk sekedar menikmati suasana sore hari yang syahdu. Sempat teringat pada tahun 2008, Alkid masih sepi dan belum seramai sekarang. Dulu hanya ada beberapa pedagang angkringan, dan jajanan khas Jogja. Seperti wedang ronde, bakso tusuk, dan lain berjalannya waktu, alun-alun kidul Jogja ini menjadi lebih ramai dan banyak pedagang denga aneka macam dagangan yang disediakan disini. Wisatawan domestik selalu memadati alkid jika weekend tiba. Memang aura ketenangan di alkid ini menjadi inti dari ramainya pengunjung alun-alun kidul hingga sekarang kidul 2009Alun-alun kidul sebuah icon kota jogjaMenjelang sore hari, aktifitas di alkid perlahan mulai ramai, Para pedagang mulai menyiapkan dagangannya, kereta sepeda lampu mulai memenuhi sebagian besar jalan di alkid, si mbah angkringan mulai membereskan makanan. Suasana ini seolah menjadi pemandangan rutin jika berada di alkid sekitar jam 16 kidul Jogja perlahan menjadi sebuah icon wisata kota Jogja semenjak ramai pengunjung, terutama pada malam hari. Malam hari yang penuh keceriaan, lalu lalang kereta sepeda berhiaskan lampu led dan dentuman keras musik yang terdengar, seolah akan menjadi sebuah memori yang memiliki aura untuk segera kembali ke tempat ini. Yak, suasana ini akan selalu membuat kangen dengan suasana kota Juga Jogja Dulu, Tak seperti Jogja SekarangMenjelang maghrib, suasana akan semakin ramai. Ketika berdatangan mobil dan motor berplat luar Jogja. Ini menjadi kesibukan tersendiri bagi para pencari rezeki di alun-alun kidul. Keletihan para pedagang, dan kerja keras para juru parkir ini membuatku sedikit salut terhadap perjuangan mereka demi menghidupi keluarga. Melayani para wisatawan yang bisa dikatakan membludak jika di akhir dikatakan, belum lengkap pergi wisata ke kota Jogja jika belum merasakan ramainya alun-alun kidul Jogja pada malam hari. Pikiranku seketika akan menjadi fresh saat ke alun-alun kidul Jogja ini. Meskipun hanya sekedar membeli wedang ronde ataupun menikmati kereta hias yang bisa disewa untuk 3x putaran di alun kidul jogjaMitos beringin kembar di alkid jogjaSelain dua buah beringin di alun-alun utara, dua buah beringin kembar yang berada di tengah alun-alun kidul Jogja juga sudah menjadi landmark. Jika kalian teringat dengan alkid Jogja, maka yang terpikir di benak adalah dua buah beringin kembar. Beringin kembar ini sudah berumur ratusan tahun dan masih tetap berdiri beringin ini yang ditanam dan diberi pagar dan penempatan yang sama seperti di Alun-Alun Utara. Kedua beringin ini dinamakan Supit Urang. Selain duaberingin di tengah, di alkid juga terdapat sepasang beringin yang mengapit jalan menuju Plengkung Nirbaya Plengkung Gadhing. Sepasang beringin ini disebut Kiai kepercayaan jawa, dua pohon beringin di alkid ini memiliki makna filosofi tersendiri, pada jamannya dua beringin ini menjadi tempat latihan para prajurit. Pada masanya setiap prajurit dilatih untuk mengelilingi dua beringin kembar ini dengan mata tertutup dan tidak boleh berucap. Kegiatan itu biasa disebut masangin masuk diantara beringin.Sampai sekarang, para pengunjung selalu melakukan ritual tersebut. Menurut mitos, jika berhasil melewati kedua beringin tersebut tepat ditengah, maka rejeki akan senantiasa berlimpah diberikan kepadanya. Memang hanya sebuah mitos, akan tetapi filosofinya kita harus selalu berusaha dengan ikhlas dengan apa yang kita kerjakan, dan pastinya usaha kita harus halal agar selalu berkah dalam info, di alkid ada persewaan penutup mata seharga Penutup mata ini bisa digunakan untuk ritual masangin diantara beirngin kembar ini. Para pengunjung selalu antusias untuk mencoba hal ini, hanya untuk seru-seruan saja sebenernya. karena belum lengkap kalau ke alkid belum coba ritual masangin urangJajanan dan wahana di alkid JogjaBerbagai jajanan dan wahana tersedia di alkid, ini menjadi salah satu tumpuan perekonimian warga sekitar alkid. Dengan banyaknya pengunjung di mlaam hari, baik wisatawan luar kota maupun warga Jogja sendiri selalu memadati area alkid Jogja paha akhir pekan. Nah apa aja sih yang ada di alkid Jogja ini?Wedang RondeKalau di China namanya adalah Tangyuan, yaitu makanan yang terbuat dari terigu diberi isi dan dibentuk speerti bola, wdang ronde salah satu minuman yang sangat cocok dikonsumsi pada saat malam hari, terdiri dari air jahe yang didalamnya terdapat campuran bahan makanan seperti kacang, kolang kaling, dan bola terigu. Harganya sangat murah semangkuk wedang ronde berkisar Rp. – Rp. lebih hits di alkid ini terkenal dengan yang namanya tempura, frozen food ini terbuat dari berbagai macam olahan, seperti otak-otak, mie, bakso, dan kanji. Tempura disajikan dengan cara digoreng dan diberi sambal sebagai pelengkap. Harga tempura di alkid berkisar antara Rp. 500 – Rp. per buahnya. Sambil menikmati suasana ramai alkid, sangat cocok jika sambil menimati tempura di atas lesehan yang berada di tengah alun-alun BakarDi pelataran sebelah timur, ada beberapa pedagang jagung bakar yang terlihat seedang melayani para calon konsumennya. Jagung bakar ini peminatnya biasanya sepasang muda-mudi yang sedang dimabuk jagung bakar berkisar antara Rp. – RP. Murah banget kan, apalagi kalau kita sedang mencari yang hangat di malam banyak menjadi pilihan para mahasisawa, karena harganya yang sangat murah. Angkringan menyediakan berbagai makanan seperti nasi kuciing, gorengan, sate usus, sate kerang, mie instan, dan minuman hangat maupun dingin. Angkringan selalu menjadi campuran warga untuk nyangkruk nongkrong sambil ngobrol dari berbagai kalangan. Ini memang mempunyai filosofi tersendiri, karena bisa dikatakan angkringan adalah pemersatu dari berbagai kalangan. Oh iya harusnya sih kalau di angkringan makan yang banyak mengandung protein, jadi keinget artikel temenku tentang greek yogurt tinggi protein punya temenku blogger juga deh hehe. Karena memang protein banyak tusukDi alkid juga terdapat jajanan khas yang biasanya terdapat di sekolah-sekolah maupun di kota. Bakso tusuk selalu menjadi primadona, karena panganan ini selain enak rasanya juga sangat muda dikonsumsi jika sedang berjalan-jalan di alkid. Dibungkus plastik dan disediakan tusukan dari lidi. harganya pun sangat murah sekitar Rp. 500. per buanya. Bakso tusuk ini juga bisa diberi kuah seseuai tebuAda yang sudah mencoba es tebu? minuman ini sangat segar. Jadi terdapat alat untuk memeras glukosa dari batangan tebu yang sudah disterilkan. Nah perasan dari batangan tebu ini kemudian diwadahi dan disediakan di sebuah gelas plastik. Rasanya segar bila diminum sore hari maupun malam hari. Harganya sekitar Rp. per gelas. murah banget Sepeda dan kereta hiasDan yang paling hits di alid adalah sepeda dan kereta hias, banyak stok sepeda hias bagi kalian yang ingin mencoba memutari kawasan alkid sebanyak 3 putaran. Kuota kursi yang terdapat di kereta hias ini juga sangat luas. cocok bagi keluarga maupun komunitas kecil, keseruan menggowes kereta ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi para penyewa. Kereta hias ini dilengkapi dengan hiasan lampu led, dan monitor untuk melihat video klip yang diputar dari media yang terdapat didalamnya. Tarif harga sepesa hias alkid adalah antara Rp. sampai Rp. sekali sewa untuk 3 masih banyak jajanan dan wahana yang terdapat di alkid Jogja ini, untuk mengetahui lebih lengkap, kalian harus coba mengunjungi alkid pada saat senja tiba. Yang aku rasakan jika berkunjung ke alkid itu pikiran akan menjadi lebih fresh, melihat lalu lalang orang atau hanya sekedar menikmati pangan yang tersedia di alkid dan Kereta Hias AlkidFasilitas di alkid JogjaBerbicara soal fasilitas, di alkid Jogja memang sangat minimalis, untuk parkir kendaraan digunakan pelataran Sasana Hinggil untuk kendaraan roda 2. Dan untuk kendaraan roda 4 disediakan tempat parkir di sepanjang jalan alkid. Memang terkesan agak sempit jika parkir kendaraan roda 4 ditempatkan di jalan alkid cukup sempit untuk dilalui oleh 2 mobil, belum harus berbarengan dengan kereta hias yang sedang disewa oleh para pengunjung. Kalian cukup mengeluarkan untuk sekali parkir kendaraan roda 2 dan Rp. untuk tarif parkir kendaraan roda lainnya yaitu toilet umum dan Musholla, di bagian barat alun-alun kidul terdapat toilet dan Musholla yang dikelola oleh warga setempat. Jadi untuk kalian yang berkunjung ke alkid, tak perlu khawatir mencari toilet dan musholla , karena sudah tersedia di alkid rute jalan menuju alkid Jogja? Bagi para wisatawan yang memarkir kendaraan di parkiran Abubakar maupun Ngabean. Bisa menggunakan jasa becak agar bisa sampai ke alun-alun kidul. Alkid terletak tidak jauh dari Malioboro. Sehingga masih satu lingkup area wisata kota Jogja pada umumnya yang sering apabila ingin memakai jasa ojek online, anda bisa menitikkan maps dan search alun-alun kidul untuk bisa sampai kesana. Jarak dari malioboro ke alkid Jogja hanya sekitar 1 KM atau sekitar 15 menit perjalanan menggunakan becak maupun ojek kenangan dengan sebuah cerita Alun-alun kidul Jogja sudah menjadi icon wisata yang sudah terkenal. Mungkin sudah tidak asing lagi bagi para mantan mahasiswa Jogja, karena alkid menjadi tempat yang paling banyak dikunjungi juga ooeh para mahasiwa yangs edang merantau di Jogja. Alkid bisa menjadi tempat berkeluh kesah dengan seharian aktifitas akademik, sama seperti fungsinya terdahulu. Alkid menjadi sebuah tempat berkelu kesah warga bagi yang mempunyai cerita yang akan menjadi sebuah memory kenangan di masa yang akan datang, cerita sekarang akan menjadi sebuah cerita menarik bagi anak dan cucu kita pada masa yang akan datang. Ingat alkid, kalian akan ingat Jogja, tempat dimana dahulu merajut kehidupan yang berputar terus. Alkid akan tetap menjadi alkid, akan tetapi kalian suatu saat nanti jika berkunjung ke Alkid, jadilah seorang yang sukses yang bisa menengok sebuah sudut kota Jogja ini beberapa tahun kemudian. Semua akan tercatat pada sebuah judul artikel unik kelak di hanya berpesan, sedikit miris melihat sampah yang berserakan di Alkid, jika aku menjadi alkid, aku sedikit menangis karena tidak dijaga kebersihannya oleh para pengunjung. Sebisa mungkin buanglah bekas makanan dan plastik ke tempat sampah yang sesudah disediakan di sekeliling area alun-alun kidul ini. Tinggalkanlah sebuah cerita, jangan meninggalkan sampah. Kalau bukan kalian yang memulai, harus sampai kapan akan seperti ini?Semoga artikel ini bermanfaat bagi dunia traveling maupun referensi tempat wisata di Jogja, Setelah selesai menulis artikel ini, aku dan istriku akan segera bersiap-siap menikmati malam hari di alkid. Sebuah cerita dan sebuah harapan dari aku salah satu penikmat suasana malam hari di alun-alun kidul Jogjakarta. Sampai berjumpa lagi di tulisan berikutnya Namesuasana malam di alkid jogjaDescriptionCerita yang bisa membuat sebuah kenangan saat kalian duduk manis di salah satu sudut kota Jogja bersama orang tersayang. Jogja memang gudangnya tempat asyik untuk bercengkerama menikmati indahnya suasana malam di kota penuh kenangan ini. Satu tempat yang paling banyak dikunjungi oleh keluarga adalah Alun-alun Kidul Jogja alkid Jogja.Author WisataMalam di Alun-Alun Kidul Yogyakarta. Artikel ini adalah sambungan dari (Art Jog 2018). Setelah selesai menikmati Art Jog 2018 dan mencicipi makanan di Secret Garden Coffee and Chocolate, kami (saya, Reifanli, Noviano, dan Agung) memutuskan untuk singgah sebentar di Alun Alun Kidul Kota Yogyakarta yang katanya ramai saat malam hari.
Menikmati suasana malam dengan menaiki sepeda tandem yang ada di alun-alun Kategori Wisata LainnyaTempat Yogyakarta Pernah kesini? Jika sudah pernah, yuk berikan rating untuk tempat wisata ini Mau ke Wisata Malam Alun-alun Selatan Jogja? PT. Alodia Tour Indonesia 18 Parc Place, SCBDJend. Sudirman, Senayan, Kebayoran BaruJakarta Selatan 12190 Jalan Jagung 21Semaki, Umbulharjo,Kota Yogyakarta 55166 Ikuti Promo TerkiniAlunalun kidul merupakan salah satu tempat favorit wisatawan untuk menikmati kota Yogyakarta. Ketika malam hari daerah alun-alun kidul merupakan sebuah objek wisata yang ramai dikunjungi wisatawan. Selain sebagai tempat nongkrong anak-anak muda maupun reksreasi keluarga, alun-alun kidul juga
Tempat wisata di dalam kota Jogja ada banyak. Tempat untuk menikmati waktu malam hari dengan meriah disediakan di Alun-Alun Kidul Jogja. Sesuai dengan namanya ini bukan satu-satunya alun-alun di area tersebut. Terdapat alun-alun lain yang dikenal dengan sebutan Alun-Alun Lor yang terletak di sebelah udara karena arti lor adalah Utara. Alun-alun ini terletak di daerah Selatan karena arti kidul adalah Selatan. Tempat ini merupakan sebuah peninggalan dari kejayaan Kerajaan Kasultanan Keraton Yogyakarta yang saat ini masih berfungsi untuk acara-acara tertentu. Di waktu kosong area ini boleh dipergunakan rakyat setempat untuk mencari nafkah dengan membuat tempat wisata. Tempat ini bisa menjadi alternatif untuk orang yang ingin bersantai di tengah keramaian selain dari di Malioboro. Orang setempat terkadang menyingkat nama tempat ini menjadi Alkid’ untuk memudahkan pengucapan dan mempercepat penjelasan. Dalam penjelalasan fungsi dari alun-alun ini dalam masyarakat keraton dikatakan bahwa Alun-Alun yang berada di sekitar kawasan keraton ini memiliki makna yang berbeda. Pada zaman dulu, Alun-Alun Utara akan diselenggarakan berbagai kegiatan untuk masyarakat dan keperluan kegiatan kerajaan. Alun-Alun Selatan merupakan tempat peristirahatan para dewa sehingga tempat ini cocok untuk digunakan sebagai tempat merenung atau menenangkan hati. Kedua sifat dari alun-alun ini merupakan bagian dari kepercayaan kejawen. Pada masa Kasultanan Yogyakarta alun-alun ini sering dijadikan sebagai tempat latihan untuk para prajurit kerajaan seperti berkuda, memanah dan berbagai jenis latihan yang berguna untuk peperangan. Para prajurit juga dilatih untuk berkonsentrasi dengan melewati bagian tengah pohon beringin tersebut dengan mata tertutup. Menurut keyakinan pada masa itu orang yang berhasil melalui pohon beringin Alun-Alun Kidul Jogja dengan mata tertutup akan dikabulkan segala keinginannya. Ritual unik ini disebut dengan Laku Masangin yang sudah sangat sering dicoba oleh semua kalangan masyarakat dan wisatawan di daerah tersebut. Beberapa Kegiatan di Alkid Alun-alun yang sering disingkat dengan sebutan Alkid ini merupakan sebuah tempat rekreasi yang dibuat sedemikian rupa sehingga masyarakat dapat beraktifitas dengan baik di tempat ini dan menikmati waktu mereka. Masyarakat menyediakan beberapa hal yang bisa dinikmati di tempat ini misalnya Penyewaan sepeda tandem Penyewaan odong-odong Wisata kuliner Tempat nongkrong atau angkringan Menikmati kopi Mengikuti kegiatan olah raga yang biasa dilakukan di tempat tersebut Kelima fitur ini merupakan hal yang saat ini ada di ALkid dan mudah untuk ditemui. Masing-masingnya akan memiliki harga yang berbeda. Misalnya untuk sepeda atau odong-odong akan dibutuhkan uang sebesar 25 sampai 70 ribu rupiah. Untuk beberapa orang kegiatan mengayuh sepeda atau odong-odong mungkin akan menjadi sebuah kegiatan menarik yang dapat dinikmati dalam suasana yang menyenangkan. Kendaraan sederhana ini juga telah dihiasi dengan berbagai lampu dan hiasan lain yang membuatnya menjadi lebih menarik. Sejumlah makanan khas Jogja jug tersedia di sini. Ada makanan yang disebut wedang ronde atau bakmi dan berbagai jenis makanan lain, baik yang umum ditemukan di tempat lain ataupun yang hanya ada di daerah Jogja. Lokasi Alun-Alun Kidul di Yogyakarta Posisi tempat ini ada di Patehan, tepatnya di daerah keraton kota Yogyakarta. Lokaisnya sangat dekat dan mudah dicapai dari berbagai arah karena keraton memang salah satu tempat yang paling mudah diakses di Daerah Istimewa Yogyakarta ini. Jaraknya yang dekat dari pusat kota memungkinkan jarak tempuh hanya 5 menit dan bahkan ada banyak paket wisata jogja yang menjadikan tempat ini sebgai bagian dari wisata tour keraton yang biasanya disesuaikan dengan waktu ramai Alkid. Karena berada di dalam kota maka jalan dan rute yang ditempuh untuk menuju tempat ini juga umum dilalui. Berjalan menuju tempat ini tidak akan lama selama anda bergerak menyusuri Jalan Pangurakan ke arah Selatan kemudian ke arah Timur untuk menuju Jalan Alun-Alun Utara. Susuri terus jalan ini sampai menemukan Jalan Ibur Ruswo kemudian berbelok ke Selatan di perempatan memasuki Jalan Wijian lanjutkan perjalanan sampai memasuki Jalan Panembahan Mangkurat kemudian belok lagi ke Barat untuk melalui Jalan Langenastran Lor. Anda tinggal belok ke selatan di pertigaan untuk menemukan temapt wisata ini. Sebaiknya untuk menemukan tempat ini tidak menggunakan map, anda hanya perlu mengingat arahnya karena di daerah ini ada banyak jalan satu arah dan jalan yang dilalui cukup pendek hingga berganti nama jalan. Anda juga bisa menggunakan panduan orang yang mengetahui jalan menuju tempat tersebut karena destinasi ini sangat populer di kalangan masyarakat Jogja sendiri. Daerah wisata ini merupakan ruang publik yang bisa diakses siapapun. Tidak ada harga khusus untuk tiket ketika memasuki tempat ini. Panorama dan suasana Alkid akan dapat dinikmati secara langsung baik dengan menikmati kopi ataupun makanan yang sudah banyak dijual di area ini dari siang hari. Bagi yang membawa kendaraan pribadi harus tepat membayar parkir. Ini adalah satu-satunya biaya yang akan dikeluarkan selain dari pengeluaran untuk membeli makanan atau membayar fasilitas yang ada di area Alun-Alun Kidul Jogja ini. Tarif yang dikenakan standar dimana mobil akan dikenakan biaya 5000 rupiah dan motor 2000 rupiah. Post navigation
10 Alun-alun Kidul. Menikmati senja tidak harus dengan pemandangan sunset, kan?. Di Alun-alun Kidul kamu juga bisa mendapatkan suasana senja yang tak kalah menarik. Di Alun-alun Kidul kamu bisa menikmati indahnya senja sambil bermain masangin bersama dengan teman-teman. Alun-alun Kidul biasanya akan ramai pada sore hari hingga malam.
– Cerita hari pertama liburan ke Jogja bersama keluarga ala backpacker, jalan-jalan keliling ke Keraton Yogyakarta sampai Alun-alun Kidul Jogja. Tidak ada Indomaret dan Alfamart. Kami sampai di Pondok 71 Jogja pukul 3 sore kurang. Setelah itu istirahat sebentar, makan sore, lalu jalan-jalan malam harinya. Alasan kami menginap di sini tentu saja karena ingin liburan murah di Jogja ala backpacker sehingga pesan penginapan yang murah saja. Waktu itu belum kenal sama aplikasi pemesanan hotel, jadinya pesan masih manual. Kamar Pondok 71 Jogja Yang Penuh Nyamuk Sebelum jalan-jalan, mengingat kamar yang kami dapat begitu banyak nyamuknya, maka terpaksa kami sibuk membasmi nyamuk. Setelah itu, baru kami beres-beres dan mandi. Segar sekali rasanya mandi setelah perjalanan yang cukup jauh. Setidaknya mandi dapat membuat badan menjadi lebih segar. Makan Di Kaki Lima Jogja Pukul 5 sore, perut kami pun mulai keroncongan. Sambil jalan-jalan sore menikmati Kota Jogja, kami jalan kaki ke arah timur, sambil mencari warung makan yang buka. Belum jalan terlalu jauh, kami lihat ada tenda-tenda warung makan yang buka. Kami menuju tenda seafood kaki lima yang terlihat sudah mulai buka. Sebenarnya, kami datang kepagian, si penjual belum siap sepenuhnya melayani pembeli, karena masih menata dagangan dan tenda. Berhubung perut sudah benar-benar lapar, kami pun bersedia menanti. Eee, gak taunya ternyata lama juga nunggunya. Lebih dari 10 menit menunggu, dan akhirnya datanglah makanan yang kami pesan. Setelah perut kenyang, kami kembali ke penginapan. Rasa capek belum sepenuhnya hilang. Dan kami pun duduk-duduk istirahat sambil menunggu adzan Maghrib. Nikmati juga Makanan Khas Jogja. Jalan Keliling Kompleks Keraton Hingga Alun-alun Kidul Jogja Kami adalah orang asing, yang tidak tahu Jogja. Ketidaktahuan inilah yang membuat kami agak malu juga kalau mengingat ingat kenangan hari pertama di Jogja bersama Mama dan Alya. Jalan-jalan kayak orang hilang dari keraton sampai alun-alun kidul Jogja. Jalan kaki Selepas magrib, kami memutuskan untuk jalan-jalan. Kami pun keluar dari penginapan, lalu menyeberang jalan, dan selanjutnya jalan ke kiri menuju Pojok Benteng Barat. Sebelum Benteng, kami jumpai ada jalan ke kanan, yang ternyata jalan menuju komplek keraton. Kami pun jalan kaki ke sana, berharap dapat menemukan Indomaret atau minimarket lainnya. Suasana sepi Ternyata jalanan di situ sangatlah sepi, tidak ada orang yang nongkrong di depan rumah. Padahal rumah berderet-deret. Tidak ada pula orang yang jalan kaki. Jadilah kami adalah satu-satunya orang yang jalan kaki di daerah situ. Sesuatu yang sangat ganjil. Benar-benar tidak ada orang yang jalan kaki seperti kami. Kami seperti orang aneh, yang malam-malam jalan kaki di daerah situ. Namun, kami tetap jalan ke depan, melihat kanan kiri siapa tahu kami temukan minimarket. Dan hasilnya nihil. Sama sekali tidak ada. Warung pun jarang kami jumpai. Makan Di Warung Angkringan Keraton Setelah jalan lumayan jauh, kami memutuskan untuk berhenti di warung angkringan. Memesan jahe susu dan gorengan untuk menghangatkan badan. Gak ada Indomaret dan Alfamart di Kompleks Keraton Jogja Indomaret, ilustrasi Sambil medang, kami ngobrol ngobrol dengan pemilik warung. “Bu, di sini kok gak ada Indomaret ya” Tanyaku membuka pembicaraan. “Oiya mas, di daerah keraton ini memang gak boleh ada minimarket. Di sini cuma boleh ada warung-warung dan juga pasar, yang letaknya tidak jauh dari sini”. Baru ngeh saya. Mau jalan sejauh apa pun tidak akan saya jumpai Indomaret di sini. Ini adalah daerah steril dari minimarket, dengan tujuan untuk melindungi pasar tradisional. Biasanya, di tempat lain, beberapa meter saja sudah dijumpai banyak minimarket. Jalan kaki = kurang kerjaan Saya pun mengajukan pertanyaan lainnya. “Kok gak ada orang jalan kaki di sini ya bu” “Iya mas, gak ada. Kurang kerjaan amat kalau ada orang jalan-jalan di sini”. Hahaha. Saya pun benar benar malu. Kami ini ternyata orang kurang kerjaan. Selepas ngangetin badan, kami pun kembali berjalan, melewati pasar tradisional yang tadi disebutkan oleh ibu penjual warung, dan jalan lagi menuju arah Alun-alun Kidul. Dan yah, memang benar-benar kurang kerjaan, jalan-jalan di daerah ini. Kami betul betul satu-satunya orang yang jalan kaki. Duh, malu bener, kayak orang hilang. Hmmm, gak lagi-lagi deh jalan kaki di daerah keraton ini. Keramaian Alun-alun Kidul Jogja Di Malam Hari, Asyik Buat Bermain Anak Sudah kepalang tanggung, dan kami sudah jalan jauh pula, kami pun terus melanjutkan perjalanan. Sambil jalan, kami lihat papan penunjuk jalan, dan kami lihat ada penunjuk jalan menuju Alun-Alun Kidul, tertulis cuma beberapa ratus meter saja. Akhirnya kami mengikuti penunjuk jalan itu, masih seperti orang aneh, berjalan sendirian, tanpa ada orang lain yang jalan kaki. Sekitar beberapa menit, kami lihat ada keramaian. Kami pun mendekat dan ternyata itu adalah Alun-alun kidul Jogja, yang sungguh ramai pengunjung. Terlihat mobil-mobilan andong dengan lampu warna-warni yang disewakan untuk pengunjung. Melihat sesuatu yang mencolok itu, Alya langsung minta naik. Kami menyewa sebuah andong, kami gowes keliling Alun-alun. Sepanjang perjalanan Alya terlihat ceria sekali sambil bernyanyi-nyanyi. Kami berjalan mengelilingi alun-alun, yang ternyata cukup macet juga, mengingat banyak mobil dan motor yang melintas. Kami kemudian jalan pelan-pelan sambil menikmati malam Kota Jogja. Keramaian tidak hanya di pinggiran, di tengah lapangan pun terlihat para penjual dan pengunjung yang memadati alun-alun. Sesuatu yang belum pernah saya jumpai di Lampung. Setelah cukup lama menikmati keramaian Alun-alun Jogja, kami memutuskan pulang. Kami menyewa becak untuk mengantarkan kami menuju Pondok 71, dengan tarif cukup 15ribu saja. Untuk jalan kaki, kami sudah tidak sanggup lagi. Abang tukang becak mengantarkan kami melalui jalan yang bukan kami lalui tadi, dan sampailah kami di penginapan. Kami pun tertidur dalam kecapekan, mengumpulkan tenaga untuk jalan-jalan di hari kedua di Jogja, Keliling Malioboro, Candi Prambanan, dan Candi Sewu.