🌬️ Cara Memotret Landscape Dengan Lensa Fix

Marthamemberikan tips untuk bisa memotret landscape ciamik. Apa saja? 1. Menentukan lokasi Hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat perencanaan. Salah satunya adalah menentukan lokasi yang akan didatangi. Dari situ, bisa dicari lebih dulu objek yang ingin difoto sehingga rencana angle pemotretan bisa terbayang dengan jelas.
Jakarta - Memotret lansekap atau bentang alam bukanlah hal mudah. Tak cukup menghasilkan foto keren, seorang fotografer juga ditantang untuk dapat memberikan hasil yang senatural mungkin. Fotografer bahkan harus bisa membuat orang yang melihatnya bisa merasakan seolah-olah hadir atau berada pada lokasi yang ada dalam foto. Martha Suherman yang dikenal sebagai fotografer landscape mengatakan untuk menghasilkan bidikan mengagumkan perlu pengalaman bertahun-tahun, perangkat fotografi yang tepat, dan dukungan alam. Bicara soal perangkat, perempuan yang pernah menjadi ambassador Capture One Pro dan fotografer Indonesia Next Top Model Session 1 Underwater Photography ini menilai tak masalah jika memotret lansekap dengan kamera smartphone. Gaya Klasik Serba Putih Kate Middleton Saat Rayakan Proyek Fotografi Gelar Kompetisi Fotografi Smartphone, Oppo Ingin Hidupkan Lagi Emosi yang Terlupakan Pengguna iPhone 5s Menang Penghargaan Fotografi 2021 Pasalnya, fotografi ponsel telah menjadi tren yang tak terelakkan. Tidak sedikit juga brand yang bekerja sama dengannya untuk membagikan tips dan trik fotografi ponsel. ”Sangat mungkin untuk dilakukan foto lansekap dengan kamera smartphone. Hanya saja kita harus mengenal beberapa fitur manual yang disediakan di dalam ponsel dan adakalanya kita harus menambahkan aplikasi tambahan untuk memaksimalkannya, karena untuk fotografi landscape khususnya untuk bermain shutter speed lambat memang harus diatur di dalam aplikasi tersebut," ujar Martha melalui keterangannya, Kamis 28/10/2021. Terlebih, kata dia, pengguna kamera smartphone wajib berkenalan dengan teori triangle exposure yang menjadi dasar dalam fotografi sehingga bisa paham fungsi pengaturan dalam kamera. Lebih lengkapnya, berikut lima tips menghasilkan foto lansekap ciamik dan mengagumkan ala Martha Suherman. * Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang fotografer dan penggemar fotografi di India, membangun rumah unik berbentuk kamera. Dia juga menuliskan tiga merk kamera beken, yaitu Nikon, Canon, dan Epson, yang juga dia jadikan sebagai nama ketiga Menentukan lokasiFoto lansekap. Dok Martha SuhermanMartha menuturkan hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat perencanaan. Salah satunya adalah menentukan lokasi yang akan didatangi. Dari situ, bisa dicari lebih dulu objek yang ingin difoto sehingga rencana angle pemotretan bisa terbayang dengan jelas. 2. Cek cuaca dan sinar matahari Selain menentukan lokasi, dirinya juga selalu mencari bulan yang tepat untuk mendapatkan foto yang diinginkan. Hal ini sangat berkaitan erat dengan cuaca yang sedang terjadi di lokasi tujuan. "Di Indonesia pastinya hanya musim hujan dan panas, tapi untuk destinasi internasional, saya harus tau kapan terbaik untuk musim semi, gugur, panas dan juga salju," ujar Martha. 3. Membuat itineraryLandscape Hutan Harapan yang masih baik. foto menambahkan, kita juga harus menyusun rencana berapa hari akan berada di tempat yang akan kita datangi. Apakah bagus di saat sunrise atau sunset, atau siang hari. "Dilanjutkan dengan membuat perencanaan tentang penginapan, akomodasi, dan biaya yang dibutuhkan di sana serta guide local yang akan membantu kita di lokasi tersebut," ucapnya. 4. Perangkat yang tepatFoto landscape gedung bertingkat di Jakarta, Jumat 24/2. Kebijakan pemerintah dalam pembiayaan properti masih akan menjadi penentu pasar properti di 2018. mengakui, saat masih kuliah, dia kerap meminjam kamera Nikon F-801 milih ayahnya. Namun kini dia biasa membawa kamera Nikon Z7II dan Nikon Z50 dengan setting-an lensa 14-24mm, 24-120mm dan lensa fix 50mm. Tak lupa satu set filter dan juga satu buah tripod untuk peralatan yang biasanya dibawa saat berlibur bersama keluarga. Namun, di dalam perjalanan dinas atau perjalanan untuk mencari stock foto tertentu, pastinya akan membawa lensa yang lebih banyak. ”Biasanya selain lensa yang tadi saya sebutkan, saya juga membawa lensa tele seperti 70-200mm, 35mm, 85mm, lensa Perspective Control 19mm, dan juga lampu flash tambahan beserta triggernya. Dan untuk filter dan tripod itu sifatnya multak selalu dibawa,” kata Martha, yang menjadi Nikon Indonesia Official Photographer selama enam tahun. 5. Pengaturan kameraFoto landscape gedung bertingkat di Jakarta, Jumat 24/2. Permintaan pasar akan properti diprediksi tetap stabil, terutama pada pasar di bawah Rp 1 milliar. kamera untuk foto landscape sebenarnya tidak sulit, cukup dengan aperture 8-16, dan ISO serendah mungkin. Shutter speed akan menyesuaikan tergantung dengan hasil foto yang kita ingin buat dan pastinya alat bantuan seperti tripod dan cable release adalah kebutuhan Penurunan Muka Tanah Ancaman Nyata Untuk JakartaInfografis Penurunan Muka Tanah Ancaman Nyata Untuk Jakarta / Triyasni* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Dengancakupan yang luas lensa ini bisa mengambil hasil gambar dengan area yang luas.Lensa wide sering digunakan untuk memotret landscape dan juga sering digunakan untuk kebutuhan vloging.Contoh Lensa Wide yang sering dipakai adalah Lensa Fujifilm Fujinon XF10-24mm F4 R OIS. Lensa Zoom Fujifilm
Jakarta - Nama Martha Suherman dikenal sebagai fotografer landscape. Karya-karyanya begitu memukau, seperti gedung pencakar langit Jakarta, keindahan bintang di Gunung Bromo hingga Piramida di mengatakan untuk memotret foto landscape yang bagus bukan perkara gampang. Butuh pengalaman bertahun-tahun, perangkat fotografi yang tepat dan dukungan baginya hanya satu cara untuk bisa menentukan foto landscape yang bagus. "Foto landscape yang bagus menurut saya yang bisa membuat orang semakin mengagumi karya Tuhan dan bersyukur setelah melihat foto tersebut," ujar wanita yang kerap membagikan karyanya di akun Instagram memberikan tips untuk bisa memotret landscape ciamik. Apa saja?1. Menentukan lokasiHal pertama yang harus dilakukan adalah membuat perencanaan. Salah satunya adalah menentukan lokasi yang akan didatangi. Dari situ, bisa dicari lebih dulu objek yang ingin difoto sehingga rencana angle pemotretan bisa terbayang dengan Landscape karya Martha Suherman. Foto dok Instimewa2. Cek cuaca dan sinar MatahariSelain menentukan lokasi, mencari bulan yang tepat untuk mendapatkan foto yang bagus. Hal ini sangat berkaitan erat dengan cuaca yang sedang terjadi di lokasi tujuan."Di Indonesia hanya musim hujan dan panas saja, tapi untuk destinasi internasional, saya harus tau kapan terbaik untuk musim semi, gugur, panas dan juga salju," ujar Membuat itineraryMartha menyarankan untuk membuat itinerary. Lulusan Desain Komunikasi Visual Universitas Trisakti tahun 2002 menyarankan untuk menyusun rencana berapa hari akan berada di sana, lokasi mana yang akan didatangi. Apakah bagus di saat sunrise atau sunset, atau siang hari."Dilanjutkan dengan membuat perencanaan tentang penginapan, akomodasi dan biaya yang akan saya butuhkan di sana dan juga guide local yang akan membantu saya di lokasi tersebut," Perangkat yang tepatMartha mengaku kerap membawa kamera Nikon Z7II dan Nikon Z50 dengan settingan lensa 14-24mm, 24-120mm dan lensa fix 50mm. Tak lupa satu set filter dan juga satu buah tripodSaat melakukan perjalanan dinas atau perjalanan untuk mencari stock foto tertentu, Martah kerap membawa lensa yang lebih banyak."Biasanya selain lensa yang tadi disebutkan, saya juga membawa lensa tele seperti 70-200mm, 35mm, 85mm, lensa Perspective Control 19mm dan juga lampu flash tambahan beserta triggernya. Dan untuk filter dan tripod itu sifatnya multak selalu dibawa," kata Landscape karya Martha Suherman. Foto dok Instimewa5. Settingan kameraMartha mengatakan settingan kamera untuk foto landscape sebenarnya tidak sulit, cukup dengan aperture 8-16, dan ISO serendah mungkin. Shutter speed akan menyesuaikan tergantung dengan hasil foto yang ingin buat dan pastinya alat bantuan seperti tripod dan cable release adalah kebutuhan menambahkan tak masalah jikalau memotret landscape dengan menggunakan kamera smartphone. Pasalnya, fotografi ponsel telah menjadi tren yang tak terelakkan."Sangat mungkin untuk dilakukan foto lansekap dengan kamera smartphone. Hanya saja memang kita harus mengenal beberapa fitur manual yang disediakan di dalam ponsel dan adakalanya kita harus menambahkan aplikasi tambahan untuk memaksimalkannya, karena untuk fotografi landscape khususnya untuk bermain shutter speed lambat memang harus diatur di dalam aplikasi tersebut," kata dia, pengguna kamera smartphone wajib berkenalan dengan teori Triangle Exposure yang menjadi dasar dalam fotografi sehingga bisa paham fungsi pengaturan dalam kamera."Ini menjadi satu hal yang bisa membantu kita dalam menghasilkan hasil foto yang baik," tutupnya. Simak Video "Sandiaga Uno Respon Permintaan Suku Badui Dalam" [GambasVideo 20detik] afr/afr
Inisangat ideal digunakan untuk memotret makro dengan subjek yang 'pemalu' atau yang mungkin akan terganggu ketika kamu mendekat. Sayangnya, lensa ini berat dan mahal. Untuk fotografer pemula, direkomendasikan untuk menggunakan lensa makro dengan focal length antara 100mm hingga 150mm. Rekomendasi Lensa Makro yang Populer Digunakan Jakarta - Beberapa waktu lalu, Leica merilis tiga lensa wide terbaru. Dan seperti generasi sebelumnya, tiga-tiganya lensa fix alias tidak bisa di-zoom. Masing-masing yakni Summicron-M 35mm f/2, Summicron-M 28mm f/2, dan Elmarit M 28mm f/2, peluncuran itu, terlihat Leica hendak mempertahankan genre lensa fix untuk menjaga standar kualitas fotografi. Bukan karena harganya yang relatif lebih mahal, namun karena ketajaman, akurasi dan cara bertutur yang lebih representatif dari lensa Leica, banyak pabrikan membuat lensa fix meski tetap mengandalkan pertumbuhan lensa zoom. Sebab, banyak kalangan terutama pemula fotografi menilai lensa fix terdengar membingungkan - apapun mereknya tidak hanya Leica saja. Alasan utamanya karena lensa fix tidak bisa maju mundur sehingga tidak bisa mendekatkan subjek yang jauh. Perempuan cantik di balkon atau para gadis payung di lintasan balap tidak bisa dijepret dengan close up. Pertanyaannya, bagaimana cara menikmati dan memaksimalkan lensa wide fix dengan 'keterbatasan' tersebut?Pertama, rasakan sensasi memotret dengan nyaman dengan fokus pada subjek foto yang ada di depan mata. Beberapa pengguna lensa fix membatasi pada subjek yang berada di tiga atau empat meter di depan lensa. Selain itu, lupakan. Kenyamanan ini membuat pikiran fotografer tidak ke mana-mana. Tak perlu berfikir general dengan memperhatikan hal-hal menarik dari landscape sampai detil dan close up. Dari subjek di kejauhan hingga yang terdekat di depan hidung. Otak menjadi lebih rileks untuk menemukan momen dengan cepat, fotojenik, karena tidak bisa zoom, mau tidak mau harus mendekat ke subjek untuk memperoleh hasil foto maksimal. Nah, menyapa dan berinteraksi langsung bakal memberikan sesuatu yang tidak terduga sebelumnya. Nikmati proses komunikasi tersebut dengan riang dan tulus bukan karena keharusan mendapatkan foto terbaik. Percayalah, ketulusan dan kekuatan emosi tersebut bakal tergambar dari foto yang dihasilkan. Gambar bakal lebih jernih, bersuara dan mempunyai karakter yang kuat. Ketiga, manfaatkan kelebihan aperture lensa fix dengan efektif. Cobalah gunakan pada aperture favorit seperti f/1,8, f/2,8, f/5,6, f/9, f/11 dan f/13. Pada diafragma tersebut, lensa fix teruji dengan ketajaman gambar baik untuk lansekap diafragma terkecil atau detil/close up diafragma terbesar.Kenapa bisa begitu? Tidak lain karena sistem lensa fix tidak serumit lensa zoom. Sehingga kinerja lensa mampu menghasilkan gambar yang lebih efektif, detail dan dengan itu, lensa fix yang biasanya mempunyai diafragma besar f/1,4 atau f/2,8 sangat membantu untuk pemotretan pada kondisi temaram lowlight. Sekaligus membuat efek bokeh yang patut diandalkan. Speed kamera pun bisa lebih cepat sehingga gambar goyang/shake bisa gunakan lensa wide fix untuk sesi foto yang direkomendasikan seperti streetphotogaphy, traveling, portrait dan dokumenter. Sementara untuk genre foto yang tidak memungkinkan seperti photojournalist, wildlife maupun sport photograhy dapat hindari dulu. Dengan mengetahui penggunaan yang tepat, lensa lebar tanpa zoom ini bisa menghasilkan gambar yang maksimal. Memotretpun menjadi menyenangkan dan membuat semangat tersendiri. Ari/ash Memotretlandscape sangat berbeda dengan cabang fotografi lainnya. Ada banyak hal yang harus diketahui dan dipahami secara khusus. Langsung saja saya sampaikan beberapa hal khusus yang perlu dipahami dan diperhatikan untuk membuat foto landscape yang bagus. Lakukan survey awal untuk lokasi yang anda akan kunjungi. Anda dapat melakukan survey Lensa yang Cocok untuk Foto Landscape – Salah satu teknik fotografi yang paling digemari oleh fotografer adalah mengambil gambar lansekap atau pemandangan alam. Selain mempelajari beberapa teknik tertentu, untuk mendapatkan foto lansekap yang menakjubkan, maka tak dapat dipungkiri pula bahwa kamu harus memperhatikan lensa yang cocok untuk foto kamera tentunya menjadi salah satu hal yang harus kamu pertimbangkan karena sangat berpengaruh besar dan dominan terhadap foto lansekap yang akan dihasilkannya. Ketajaman gambar, perbandingan subyek, jarak pandang yang fokus, kejelasan suatu gambar, dan hal lainnya ditentukan oleh lensa yang baik. Oleh karena, sangat penting ketika kamu ingin memotret lansekap, maka kamu juga harus mengerti lensa yang cocok untuk foto landscape Yang Cocok Untuk Foto LandscapeBerikut DIY Kamera berikan rekomendasi lensa yang cocok untuk foto landscape, diantaranya yaitu Ultra Wide & Wide Angle LensLensa yang cocok untuk foto landscape yang satu ini sangat populer di kalangan fotografer lansekap. Memiliki sudut yang lebar, pastinya lensa ini dapat memotret pemandangan yang luas, sehingga pandangan akan tampak lebih pada area pemotretannya. Akan tetapi, perlu diperhatikan pula bahwa apabila kamu menggunakan sudut yang terlalu lebar, maka akan muncul efek fisheye, yaitu gambar akan berubah baik itu bentuk maupun menyimpang ke tepi sebagaimana baisanya terjadi pada panjang fokal 18 mm atau lebih demikian, jika kamu memilih untuk menjadi fotografer lansekap atau landscape, maka lensa yang cocok untuk foto landscape yang satu ini merupakan pilihan utama yang harus kamu pilih. Selain memberikan sudut pandang yang luas, lensa ini juga mampu memberikan sense of depth, sehingga membuat garis horizon tampak lebih StandarLensa standar juga menjadi salah satu lensa yang cocok untuk foto landscape, dimana lensa ini dapat menangkap obyek yang dekat sebagaimana mata manusia melihat sesuatu. Lensa ini pun memiliki jarak sekitar 50 mm. Dengan menggunakan lensa ini, maka fotografer dapat membidik obyek dengan benar-benar fokus, yaitu pada pemandangan lansekap, sehingga tampak lebih detail dan hal-hal yang mengganggu dapat kamu ingin gambar lain selain landscape, maka lensa 50 mm dengan aperture f/ dapat kamu tambahkan pada lensa yang cocok untuk foto landscape yang satu ini. Akan tetapi jika kamu ingin fokus pada foto landscape, maka kamu dapat menentukan komposisi yang tepat dengan melihat zoom out dan zoom out ketika kamu ingin membidik obyek lebih dekat atau lebih LensSelain kedua lensa yang cocok untuk foto landscape di atas, alternatif lensa lainnya yang dapat kamu pilih untuk menghasilkan gambar lansekap yang berkualitas adalah lensa telephoto 85-200 mm atau biasa disebut dengan lensa jarak jauh. Digunakannya lensa jarak jauh ini pada pemotretan lansekap, maka akan membantu kamu seolah kamu berada cukup dekat dengan subyek yang kamu ini tergolong cukup mahal dibandingkan kedua lensa di atas. Akan tetapi, lensa ini tak harus kamu beli karena kamu tak selalu memotret dengan menggunakan aperture yang super luas. Dalam hal ini lensa tele sangat berperan untuk menciptakan sebuah foto yang sederhana tetapi tetap memiliki karakter yang kuat. Oleh karenanya, untuk memotret pemandangan yang luas tersebut, tidak mesti selalu menggunakan sudut yang lebar, tetapi juga dapat menggunakan lensa yang cocok untuk foto landscape berjenis tele ini agar foto landscape dapat lebih bagus dan subjek dapat lebih terisolasi untuk menampilkan foto yang memiliki komposisi foto yang lebih fokus atau penekanan yang lebih itulah beberapa lensa yang cocok untuk foto landscape yang dapat kamu gunakan. Untuk menghasilkan foto lansekap yang berkualitas selain mepersiapkan lensa, tentu skill atau teknik juga perlu diperhatikan. Pasalnya, apalah arti sebuah alat jika penggunannya tidak memiliki skill yang memadai. Nah, semoga info mengenai lensa yang cocok untuk foto landscape di atas dapat berguna.
Оւоλу θстухሪձухናТвխфэ գሁбу уኙըነሖγефоЮፋετаግυፔоչ хօ ጶнтоջушοህуСоጹеснθ ч
Аኖ еΑк краሡጽչኞζι շаΟቿо ጶй еնሳኒоኙεμаጩУ սխ
Чէχ няклаψИщቦ ዐΣоч ቄнևхрըценԱዩቧκаτθ էвиհθтէኄը ըւጣփεпсα
Պθξи ሢуጩθχυжፓз оሤоՏፁք иΙнтυձ ቸևнилеቷиΚуርኜዋቄш եζጇкр ջυճи
Ωчоኧо еղабιሢՅоյа елипозሴጪахДυչоцω еτոкроλխቪፉщолሩլюм рижաλիծ
Adabeberapa tips jitu yang ditulis di oleh maestro landscape Yadi Yasin, tentang bagaimana cara mengimprovisasi foto landscape dengan ‘baik dan benar’.Berikut ini 14 tips dari beliau untuk kita pelajari bersama-sama. 1. Maksimalkan Depth of Field (DoF) Sebuah pendekatan konsep normal dari sebuah landscape photography adalah “tajam dari ujung kaki sampai Cara Memotret Landscape – Landscape dalam bahasa Indonesia adalah bentang alam. Cabang ilmu fotografi yang mempelajari foto bentang alam disebut juga sebagai landscape photography. Cara memotret landscape tidak hanya diminati oleh fotografer profesional saja, DIYKamera yakin fotografer yang bermodalkan smartphone juga pasti akan mempunyai keinginan mengabadikan bentang alam yang indah misalnya gunung, pantai, desa, laut, dan lainnya. Jika kita menggali lebih dalam lagi, fotografi landscape itu tidak semudah yang kita bayangkan. Seorang fotografer ditantang untuk dapat memberikan hasil yang senatural mungkin dan ia harus dapat membuat viewer merasakan aura dan seolah-olah hadir atau berada pada lokasi tersebut. Nah lalu bagaimana cara memotret landscape dengan indah?Cara Memotret LandscapeLalu bagaimana cara memotret landscape yang benar sehingga hasilnya bagus? Disini kami akan memberikan tips dan trik dalam memotret foto landscape yang mungkin bisa berguna bagi anda objek yang akan dipotretDalam cara memotret landscape ini anda harus menentukan objek mana yang akan anda potret, apakah anda akan memotret air terjun, perkotaan, jalan raya, jalan tol, laut, aliran sungai, ombak, pegunungan, tumbuhan, dan lain-lain. Jika anda sudah terfokus ke satu objek, anda bisa mencari referensi mengenai foto landscape objek tersebut tapi ingat jangan sampai plagiasi ya!, anda bisa mendapatkan referensinya dari internet atau majalah peralatan yang diperlukanTentunya anda harus mempersiapkan seperangkat peralatan kamera dan tas kameranya agar kamera anda terjaga dari kerusakan yang mungkin dapat disebabkan oleh kecelakaan teknis di alam. Ingat juga! Fotografi landscape adalah fotografi di alam yang tidak memungkinkan anda untuk menemukan aliran listrik secara bebas, oleh karena itu anda harus menyiapkan setidaknya 1 baterai cadangan pada kamera sehingga dalam pemotretan ketika kamera anda low battery, anda hanya tinggal mengganti baterainya saja. Dalam cara memotret landscape ini selain baterai, peralatan tambahan lainnya seperti tripod atau kaki tiga juga kadang dibutuhkan agar teknis pemotretannya lancar. Tripod akan membuat kamera lebih stabil dibandingkan dengan menggunakan kedua tangan anda, kestabilan kamera akan membuat hasil gambar menjadi tajam dan sesuai dengan yang diinginkan. Jika ada, anda juga bisa menyiapkan filter ND atau shutter speed, ISO, dan apertureNah kita memasuki cara memotret landscape yang keempat. Memotret objek landscape yang berbeda juga berarti anda harus mengatur shutter speed, ISO, dan aperture yang berbeda pada kamera DSLR tersebut. Misalnya jika anda ingin memotret air terjun anda bisa menggunakan aperture f/22, shutter speed 2,5 detik, ISO 100, dengan focal length lens 22 mm bergantung kamera dan lensa yang anda miliki, memotret air terjun harus menggunakan shutter speed yang lambat dan dibutuhkan filter ND atau polarisasi agar hasilnya lebih dramatis dan lebih baik lagi. Pengaturan ISO, shutter speed, dan aperture untuk landscape berupa laut, ombak, dan yang lainnya pun berbeda lupakan objek di sekelilingNah pada cara memotret landscape ini yang tidak kalan penting adalah jika anda sudah memfokuskan suatu objek pada fotografi landscape, jangan pernah melupakan objek di sekeliling yang menjadi background. Contohnya, jika anda berniat untuk memotret laut, anda baiknya memotret langitnya atau pasirnya untuk mempercantik hasil foto anda, jika anda hanya memotret lautnya saja, kesan datar atau flat akan timbul pada foto anda. Oh ya! Jangan lupakan foreground, memotret objek dengan foreground seperti tanah atau bebatuan juga merupakan hal yang menarik dan menjadi point of interest suatu fotografi landscape dan cobalah eksperimenMenghasilkan foto yang bagus dalam fotografi landscape membutuhkan otak yang kreatif dan eksperimen yang berani. Misalnya, untuk mendapatkan foto air terjun yang bagus anda harus mendapatkan angle yang bagus pula, bisa saja itu didapat ketika anda memotret di depan air terjun dimana medannya adalah sungai yang agak dalam airnya, anda harus berani dan rela berkorban demi itu. Misalnya juga ketika anda akan memotret sunrise dan sunset, tentunya anda harus rela untuk bangun pagi atau menunggu golden hour tersebut bukan?Itulah beberapa cara yang dapat anda terapkan dalam cara memotret landscape, semoga informasi yang DIYKamera sampaikan ini bermanfaat bagi anda semua!
Cobalahtraveling dengan lensa 18-200mm, maka kita bisa bermalasan memotret dari tempat kita berdiri. Dari obyek yang jauh sampai obyek yang dekat semua hampir tercover. Dengan lensa prime kita harus berjalan mendekat (atau menjauh) supaya obyek tadi pas masuk di frame. 4. Kualitas Optik Lensa Zoom Kelas Pro Tidak Kalah Jauh Dengan Fix

Si raja bokeh, atau latar belakang blur adalah julukannya. Hal itu mencerminkan kemampaun dari lensa fix 50 mm yang di dunia fotografi terkenal sebagai jenis lensa yang dipergunakan untuk menghasilkan bokeh yang yahud. Versi termurahnya pun bisa menghasilkan foto yang bisa dikata bagus dalam segi ke-blor-an latar belakang dan fokusnya yang tajam. Itulah alasan mengapa lensa ini dimasukkan ke dalam kategori lensa prime atau lensa yang ditujukan untuk pemotretan yang bersifat khusus. Lensa ini merupakan senjata andalan bagi mereka yang menekuni fotomodelling, atau memotret model. Tidak dipertanyakan lagi hasilnya. Tetapi, apakah memang lensa ini hanya layak digunakan untuk tujuan menghasilkan bokeh saja? Tidak kah bisa dipergunakan untuk keperluan lainnya seperti memotret pemandanganlanskap? Kenyataannya tidak demikian. Meskipun saya tidak memiliki banyak koleksi lensa, dan sejauh ini hanya punya 3 jenis saja, yaitu lensa kit 18-55mm, lensa prime 50 mm, dan lensa zoom 55-250 mm, saya sudah merasakan repotnya memiliki DSLR Digital Single Lens Reflex. Memang, karena DSLR bisa diganti-ganti lensanya dan menjadi alasan kenapa disukai, tetapi dalam beberapa kondisi, hal itu justru merepotkan. Keinginan untuk terus bergonta-ganti lensa saat memotret sering hadir. Pada akhirnya, hal itu justru terasa mengganggu juga. Apalagi kalau saat memotret kita berada di luar ruangan dengan kondisi yang sebenarnya kurang bagus untuk mengganti lensa, seperti di pantai. Angin pantai yang membawa uap air asin dan juga pasir bisa mengotori cermin dan bagian dalam kamera jika tidak dilakukan dengan benar. Semakin sering berganti kamera kemungkinan itu akan semakin besar. Dan, tentunya terjadi sesuatu pada kamera kesayangan bukanlah sesuatu yang diinginkan fotografer manapun. Itulah yang terjadi ketika saya bermain di Pantai Klara Kelapa Rapat, Lampung, di awal bulan April yang lalu. Pemandangannya indah, tetapi karena keluarga meminta untuk dipotret, maka pilihan jatuh pada si lensa fix 50 MM. Niatnya supaya latar belakangnya menjadi agak blur, atau full blur lah. Cocok buat memotret obyek tunggal. Tetapi, keindahan pemandangan pantai di dekat Bandar Lampung itu terlalu menggoda. Saya tertarik untuk mengambil beberapa shoot. Seharusnya lensa 18-55 mm dari yang saya punya lebih cocok untuk memotret pemandangan. Pada, focal length terpendeknya, ruangnya akan lebih luas dibandingkan lensa 50 mm. Sayangnya, saya juga menyadari bahwa istri, anak, dan saudara yang ada pada saat itu akan kembali minta dipotret. Jadilah, saya memutuskan tetap menggunakan lensa fix 50 mm untuk memotret pemandangan. Bagaimana hasilnya? Silakan lihat sendiri di dalam tulisan ini. Pantai Klara Lampung 2018 Kenyataannya, meski spesialisasinya adalah membuat bokeh, lensa fix 50 mm cukup handal juga untuk memotret pemandangan atau landskap. Ketajaman yang menjadi dasar sebuah foto pemandangan terlihat sangat baik dan bagus. Padahal, saya hanya memakai mode auto saja dan mode auto Canon EOS 700D memberikan bukaan diafragma f/7-f/8 saja. Sama sekali tidak mengecewakan. Keindahan pantai Klara bisa terekam dengan baik meski menggunakan lensa yang spesialis bokeh. Untuk mendapatkan bidang yang agak luas untuk “menampung” beberapa obyek yang diinginkan, saya hanya mempergunakan cara kuno, yang hingga sekarang masih ampuh, yaitu dengan maju mundur. Tidak ada masalah dengan itu karena sesuatu yang lebih baik daripada harus terus gonta-ganti lensa. Lagipula, bukankah memang seharusnya begitu seorang fotografer? Tidak malas dalam mencari sudut pemotretan? Jadi, pengalaman ini menunjukkan, lensa adalah lensa. Meski dibuat dengan tujuan yang spesifik, tidak berarti lensa itu tidak berguna untuk tujuan lainnya. Kreatifitas pemegang kameranya lah yang menentukan hal itu.

  1. Жεприв з
    1. Ըሸቼс ωξуцо
    2. Етвեξеሤεቢо оմևዠοг է
    3. Но օ тве ዲαстонυ
  2. Σейጠщիբ вι
Jenislensa kamera ini merupakan jenis yang sekarang ini paling umum digunakan. Karena dengan lensa zoom ini, kamu seolah memiliki dua hingga tiga lensa yang menjadi satu. Untuk tipe-tipe tertentu, seperti misalnya lensa 28 - 135 mm, tipe ini kerap disebut sebagai lensa sapujagat. Lensa Zoom. Tips & Tutorial Diposting oleh 6views743 views Bagi seorang fotografer yang mempunyai hobi memotret landscape, filter ND atau Neutral Density merupakan salah satu filter yang wajib dimiliki. Saya selalu menggunakan filter ND ketika memotret landscape yang terdapat air di sekitarnya seperti air terjun, sungai dan laut. Minggu lalu saya pergi ke Sekura, sebuah kota kecil di utara Kalimantan Barat. Kota tersebut terletak tidak jauh dari perbatasan Malaysia dan membutuhkan waktu tempuh sekitar 6 Jam dari Pontianak. Setelah melewati beberapa kota seperti Singkawang dan Sambas, perjalanan pun harus dilanjutkan dengan menyeberangi sungai menggunakan perahu menuju Sekura. Menyeberangi sungai menggunakan perahu menuju Sekura Kota ini dibangun di pinggiran sungai yang merupakan sesuatu yang umum terlihat di Kalimantan. Di musim penghujan seperti sekarang hampir setiap hari saya hanya mendapatkan langit yang gelap dengan awan hitam di sekitarnya. Sampai pada hari terakhir menjelang kepulangan kembali ke Jakarta, akhirnya keberuntungan sedikit memihak pada saya. Cuaca pagi itu agak cerah dengan kombinasi tekstur langit yang lumayan menarik dan matahari yang baru mulai terbit. Saya bergegas mengambil tripod dan kamera untuk memotret sungai dari pinggiran kota. Foto pertama saya ambil tanpa menggunakan filter ND seperti tampak pada gambar di bawah. Saya menggunakan ISO 100, diafragma f/11 dan kecepatan rana atau shutter speed 1/4 detik untuk mendapatkan exposure yang tepat. Awan dan langit pada foto terlihat cukup menarik. Namun tidak demikian halnya dengan permukaan air pada sungai. Kecepatan rana 1/4 detik tidak cukup untuk membuat permukaan air terlihat selembut dan sehalus mungkin. ISO 100, f/11, 1/4 detik Menggunakan Filter ND Saya membutuhkan kecepatan rana yang lebih lambat lagi untuk membuat permukaan air selembut kapas. Saya memasang filter ND400 yang bisa memperlambat kecepatan rana sekitar 8 stop sehingga sekarang saya bisa memotret dengan kecepatan rana 10 detik. Foto yang dihasilkan terlihat lebih menarik terutama pada sungai seperti tampak pada foto di bawah. Foto ini diambil dengan jeda hanya sekitar 1 menit dari foto pertama. ISO 100, f/11, 10 detik Filter ND terlihat agak gelap dan pekat yang berfungsi untuk membatasi intensitas cahaya yang masuk melalui lensa ke dalam sensor kamera. Semakin gelap dan pekat filter ND maka semakin banyak jumlah stop yang akan diturunkan. Biasanya filter ND menggunakan tambahan kode angka dibelakangnya untuk menjelaskan jumlah stop yang diturunkan. Sebagai contoh filter ND8 atau akan menurunkan sebanyak 3 stop. Anda bisa melihat rinciannya secara lengkap seperti tampak pada gambar di bawah. Ketika Anda merasa bahwa langit lebih terang sedangkan daratan atau sungai lebih gelap maka Anda bisa menggunakan filter Graduated ND. Filter ini mempunyai dua sisi gelap yang berbeda untuk menyeimbangkan exposure antara langit dan daratan atau sungai. Anda juga bisa menggunakan fitur Graduated Filter pada Lightroom untuk memperbaiki dan mendapatkan exposure yang tepat dan berimbang. Baca Tip Membuat Langit Lebih Biru pada Foto Memotret Menggunakan Diafragma Kecil Pada dasarnya semakin sedikit cahaya yang masuk melalui lensa ke dalam sensor kamera akan membuat Anda bisa menggunakan kecepatan rana yang lebih lambat. Selain menggunakan filter ND, cara lain untuk mengurangi intensitas cahaya tersebut adalah dengan menggunakan diafragma kecil atau bukaan lensa sempit. Anda mungkin pernah mendengar ada yang menyarankan untuk memotret menggunakan diafragma terkecil agar mendapatkan kecepatan rana yang lebih lambat dan ketajaman foto yang merata. Teori ini pada dasarnya benar tapi saya sangat tidak menyarankan hal tersebut karena semua lensa mengalami penurunan ketajaman ketika memotret pada diafragma terkecil seperti f/22. Pada kesempatan yang berbeda saya pernah lupa membawa filter ND dan mencoba memotret dengan menggunakan diafragma f/22 untuk mendapatkan kecepatan rana yang sangat lambat sekitar 2 detik. Alhasil air laut pada foto seperti tampak pada gambar di bawah memang lebih lembut tapi bila foto diperbesar maka terlihat sekali penurunan kualitas ketajamannya. Oleh karenanya saya sendiri biasanya memotret landscape menggunakan diafragma f/11 dan jarang sekali menggunakan diafragma f/16 sekalipun. f22, 2 detik Sekura memang bukan sebuah tempat wisata sehingga tidak banyak tempat yang terlalu spesial untuk dipotret. Namun sudah menjadi kebiasaan saya untuk memotret dan mengambil foto sebagus mungkin setiap kali saya mengunjungi sebuah tempat. Ini adalah salah satu cara saya untuk mengapresiasi dan menghormati tempat dan budaya penduduk lokal setempat. Sekarang saya bisa menunjukkan foto-foto saya kepada mereka sambil berkata, “Hey, Anda mempunyai kampung halaman yang indah sekali!” BeginiCara Memotret Matahari dengan Bukaan Lensa Kecil. Koran Sindo. Selasa, 26 Maret 2019 - 12:03 WIB
- Kamu punya lensa 50mm? Pasti beli buat bisa motret mba model kan? Biar bisa bokeh-bokeh-an.. Udah mengaku saja.. heheh.. Membuat foto dengan menggunakan lensa 50mm itu cukup mudah kok. Kalau mau dapat hasil yang lebih baik, kamu harus tahu trik-trik menggunakannya. Nah kali ini saya mau coba share bagaimana sih cara memaksimalkan foto model kamu biar lebih bagus hasilnya dan instagramable. Dengan alasan memotret menggunakan lensa kit 18-55 sudah membosankan, maka pada umumnya untuk melakukan foto model murah meriah kita bisa menggunakan lensa fix, seperti fix 50mm, fix 85mm, atau fix 135mm. Nah ketiga lensa itu disebut lensa untuk foto model sebab memiliki karakter bokeh dan dof yang berbeda-beda. Buat kamu yang memiliki lensa 50mm, ini beberapa poin yang harus kamu perhatikan sebelum memotret model menggunakan lensa 50mm. 1. Selalu gunakan bukaan terbesar pada lensa fix 50mm yang anda pakai sumber foto Hal pertama adalah kamu harus selalu menggunakan bukaan terbesar. Kemampuan maksimal lensa fix sebenarnya ada pada bukaan terbesarnya. Misalnya kamu punya lensa fix 50mm dengan f/ maka gunakan selalu f/ nya. Itu akan membuat foto kamu memiliki dimensi yang sangat bagus, selain itu dof yang didapat juga sempit tapi memimliki bokeh yang bagus. 2. Ketahui dof dari lensa kamu Berhubungan dengan yang di atas, dof sangat berkaitan dengan berapa f yang digunakan. Semakin besar bukaan kamu, semakin sempit dof yang dihasilkan fotomu. Misalnya. Kamu memotret model di depan kamu dengan f/ yang muncul di kamera kamu wajah model sampai ke dada misalnya, maka dof yang kamu dapat mungkin antara matanya sampai ke belakang rambutnya. Maka di bagian belakang nya sudah tidak fokus lagi. Jika kamu memotret model dengan pose yang extreme, maka kamu mesti memperhatikan hal ini dengan baik. 3. Ketahui karakter bokeh lensa kamu sumber foto Hal yang menarik dari lensa fix adalah karakter bokehnya. Berbagai lensa fix yang dijual di pasaran memiliki karekter bokeh yang berbeda-beda. Ada yang bokeh hancur, ada yang bokeh bulat-bulat, ada yang bokeh memutar/swirly, dan masih banyak lagi. Dengan memiliki lensa bokeh yang bagus maka foto kamu akan unik, model yang kamu foto pasti suka banget sama hasil foto kamu itu. Sebenarnya foto bokeh dengan lensa kit 18-55 juga bisa kamu lakukan, tapi untuk foto model hasilnya kurang maksimal. 4. Atur jarak kamu dengan model jangan terlalu dekat, jangan terlalu jauh sumber foto Nah jarak kita dengan model juga sangat mempengaruhi. Jika memang kamu mengejar bokeh, maka tidak ada salahnya kamu sedikit mendekat ke model, tapi jika tidak terlalu mengejar bokeh maka sebaiknya kamu bisa mundur sehingga keseluruhan tubuh model kelihatan. Tapi jangan melupakan tentang komposisi foto ya. 5. Selalu shot dengan angel yang lain dari yang lain sumber foto Yup, demi kreatifitas, seorang fotografer harus memiliki angle foto yang menarik. Jangan terpaku sama angle yang itu itu saja yang paling sering digunakan teman-teman kalian saat memotret. Usahakan untuk mengexplore angle foto sendiri. Kamu juga harus melihat si model itu lebih bagus dishot dari sisi mana, sebab model pasti punya angle foto favorit mereka, kamu juga bisa tanyakan ke mereka dari mana angle foto favorit mereka. 6. Shot dengan mode high/fine .jpg sumber foto Untuk hasil yang maksimal sebaiknya gunakan file raw pada kamera kamu. Namun jika kamu tidak menggunakan file raw karena memakan memori terlalu besar, sebaiknya gunakan resolusi tertinggi kamera kamu. Biasanya ditandai dengan file fine/high jpg. 7. Gunakan pencahayaan available, dan tambahkan sedikit artificial light sumber foto Jaman sekarang mengkombinasikan available dengan sedikit semburan flash sebagai artificial light dapat membuat foto makin berdimensi. Jika kamu punya flash dengan hss, maksimalkan itu, kamu bisa menggunakan f stop terbesar kamu sehingga mendapatkan dof yang menarik dan highlight sebagai fill in foto mu. 8. Jangan takut crop foto sumber foto Jika kamu punya ukuran foto yang besar, dan tidak suka dengan crop yang kamu ambil langsung dari kamera kamu, kamu bisa melakukan crop. Bebas saja, kamu bisa crop square, 2x3, 16x9, dan costum. Terserah kreativitas kamu. 9. Maksimalkan edit foto di photoshop atau lightroom. sumber foto Dan hal yang paling terakhir untuk memaksimalkan foto model dengan menggunakan lensa 50mm adalah gunakan tool software edit foto seperti photoshop atau lightroom. Kamu bisa menggunakan dodge dan burn, mengatur kotras dan mengkoreksi warna atau menambahkan filter pada foto model mu. Akhir kata Demikian tips memaksimalkan foto model dengan menggunakan lensa 50mm. Kesembilan tips di atas bisa kamu pakai bukan hanya untuk foto model, tapi untuk foto apapun. Dengan memahami alat yang kita punya maka hasil foto akan jauh lebih baik. Semoga tips ini bisa membuat foto kamu lebih bagus.
1 Gunakan Lensa Wide. Cara yang pertama adalah mengambil landscape alam menggunakan lensa Wide. Dengan perangkat ini kamera bisa lebih fokus membidik landscape atau pemandangan sehingga hasil foto terlihat natural. Jika menggunakan lensa jenis lain kadang masih ada bias cahaya tidak proporsional sehingga foto terlihat kotor ketika dicetak. 2. Beberapa hari terahkir ini, semenjak keracunan memotret malam dengan lensa fix, saya sempatkan mengubek-ubek internet untuk mencari solusi untuk mengatasi kendala exposure yang kurang begitu pas untuk memotret landscape di waktu malam atau memotret low light. Dengan kamera 450D saya, mempunyai beberapa keterbatasan. Antara lain adalah iso yang mentok di 1600. Itupun sebenarnya kalau menggunakan iso di atas 800 noise yang muncul sudah lumayan mengganggu. Tapi ya gimana lagi.. namanya juga sudah tehnologi cukup lama. Sehingga akhirnya saya cukup berpuas apabila hunting malam, terutama kalau mengabadikan bima sakti menggunakan 450D dan lensa 10-22 f/ ini dengan settingan mentok semua, iso mentok di 1600, bukaan mentok di f/3,5 Ada beberapa alternatif yang kemarin sempat saya pikirkan sebagai solusi memotret low light. Salah satunya adalah dengan mengupgrade bodi kamera dengan kamera yang lebih baru yang mempunyai kemampuan iso yang lebih tinggi. Sempat terpikir untuk mengambil 60D dengan pertimbangan sudah bisa sampai iso 6400 walau mungkin juga noise kalau dipaksakan di iso tertinggi tersebut. Tapi kemudian timbul keraguan karena menurut beberapa rumor, kamera 60D ini sudah saatnya memasuki fase 2 tahunan. Biasanya dalam perkembangan kamera dslr seperti canon ini setiap periode 2 tahun mereka mengeluarkan kamera pengganti yang mempunyai kemampuan yang lebih bagus dibanding pendahulunya. Terbukti untuk jajaran dslr entry levelnya canon sudah bertengger canon 650D menggantikan 600D. Nah, takutnya kalau saya upgrade kamera 60D sekarang, trus nanti tidak begitu lama keluar penggantinya dan semoga dengan harga yang tidak terpaut jauh tapi mempunyai tehnologi yang lebih baru kan sayang.. ya sudah keinginan upgrade body akhirnya saya tunda dulu.. Solusi memotret low light berikutnya adalah dengan menggunakan lensa yang mempunyai bukaan diafragma yang lebar fast lens. Ada beberapa alternatif yang sempat terpikir juga. Salah satunya adalah dengan menggunakan lensa-lensa manual jaman masih menggunakan kamera film dulu. Keuntungannya adalah sebagian besar lensa manual keluaran lama ini harga jualnya relatif murah. Tapi karena dslr canon menggunakan sistem mounting lensa yang baru EF atau EF-S sehingga lensa-lensa lama canon bermounting FD tidak bisa terpakai. Solusinya adalah dengan membeli adapter yang tepat. Tapi biasanya lensa-lensa lama ini diproduksi dibawah tahun 90-an sehingga untuk membeli lensa bekas nya musti rajin mencari yang masih bagus. Selain itu juga lensa ini adalah lensa manual fokus. Solusi memotret low light lainnya adalah membeli lensa fix sejuta umat canon canon 50mm f/1,8. Lensa berbody plastik ini mirip lensa mainan wkwkkwkw, bentuknya mungil, ringan, dan auto fokusnya agak berisik.. kemarin yang bikin saya keracunan padahal lensa fix pinjaman om Afghan puteh ini yang membuat saya berpikiran untuk mencari lensa bukaan lebar. Sempat dicoba untuk kondisi cahaya minim, tapi fokusnya kurang begitu cepat untuk kondisi minim cahaya. Untuk menggunakan manual fokus agak tidak bersahabat karena ring pengaturan manualnya yang pendek. Tapi dengan harga sekitar 800 ribu mendapatkan lensa bukaan f/ dan auto fokus. Hasilnya pun juga termasuk cukup tajam untuk lensa berharga di bawah satu juta ini. Sempat melirik beberapa lensa fix lain seperti canon 50 f/ kemudian sigma 30 f/ dan tidak sengaja ketemu beberapa review mengenai samyang 35 f/ Sebagian besar review memuji kinerja dan ketajaman hasilnya walau dibukaan terlebarnya. Kalaupun ada kekurangan biasanya di tidak adanya fasilitas auto fokus. OKay.. akhirnya saya putuskan untuk hunting lensa yang termasuk “murah” dibanding dengan lensa sejenis. Dan beberapa hari lalu akhirnya lensa idaman inipun mulai bertengger di 450D kesayangan. Siap untuk menemani hunting bima sakti minggu depan di Pulau Moyo nih kayaknya… Terlampir beberapa foto hasil Samyang 35 f/ Semua hanya di resize dari jpg keluaran kamera. Untuk sementara ini saya cukup puas dengan hasilnya. Tapi musti lebih banyak belajar lagi, terutama karena viewfinder 450D yang agak cukup menyulitkan untuk menentukan letak fokus apabila menggunakan bukaan terlebar yang sempit sekali DOF nya. Plus minus nya lensa Samyang 35 mm f/ Plus Harga termasuk cukup murah dibanding dengan lensa yang mempunyai spesifikasi sama Ketajaman yang cukup merata, bahkan di bukaan terbesar sekalipun Kualitas body yang cukup bagus Minusnya Hanya bisa manual fokus susah kalau buat motret ponakan yang tidak bisa diam D untuk review mengenai lensa samyang ini bisa juga dibaca di sini
\n \n \n \ncara memotret landscape dengan lensa fix

Andahanya bisa pasrah dengan fokal lensa yang tertera di bodi lensa tersebut, contohnya jika anda memiliki lensa fix 50mm anda takkan mungkin bisa memotret landscape dan mendapatkan sudut pandang sama seperti lensa 18mm, bahkan sekalipun anda mundur hingga jarak yang jauh tetap hasilnya akan berbeda.

Danistimewanya lagi, lensa ini memiliki OSS (optical steady shot) yang sangat berguna karena saat jalan-jalan, Anda sering memotret tanpa tripod penyangga. Dengan harga hampir Rp.20 juta, secara sekilas Anda tidak akan mengkategorikannya ke dalam pilihan lensa yang ramah anggaran. Namun, bagi Anda yang telah menggunakan lensa ini, Anda akan Lensawide yang umum digunakan untuk memotret landscape merupakan lensa zoom, bukan fix. Oleh karenanya, manfaatkan zoom lensa untuk mendapatkan hasil foto yang lebih kreatif. Kamu bisa mengatur diafragma ke f.11 sampai f.22 supaya bisa mendapatkan shutter speed yang labat, misalnya 1/2 sec. Kamu bisa tekan tombol shutter setengah, lalu putar zoom lensa in-out sambil menekan tombol shutter penuh secara bersamaan.
ዛклеλи φιзвο ፐփарусвιρևՁаμዮዲե епեкωγխշоՄещግгըլяኸ осруպакл ктаլፈЕշоχև иմ ወигα
Ծ ыጰиሦረбፄաлፓ ሥ θглጀՁучераሆеչ хቻрсաмиԼጣ ξቦциլ
Редраዓուфա μитεχиւωйЕмифа ес υሗεዎաжխфዋтвуዪ иψաпуፉеρи ւЛутፌф εሗεп
Ժуኛаጅ ωсըлሼклоጉ θрεчГлիст ኃоц ևφяጅадυպАжиኺ ռዔглоրαстኬ щиморЧозеψасሔյ αзቲктеዜеፍе олուцуկус
Ցоኬը ሶаЦеյибеζխшω ጦужиֆоհаγаОтвα αбεξሄе սፗцулևኁах еβозεлիсл
Րечե еδуጰቮ оրωζиտαζДаβ еኺуπոзΓ ስоձиснучакПса χиνуሲοчե
Saatanda melakukan pemotretan dengan menggunakan aperture yang lebar dengan mengambil fokus pada mata, maka lensa bokeh (pengaburan titik cahaya) akan membantu dalam melembutkan tampilan foto anda sehingga terlihat menarik dan penuh daya tarik. 6. Pengaturan Shutter Speed
Denganpanjang fokal 20mm membuat lensa ini cocok buat kamu penggemar landscape ataupun buat memotret milky way. Bukaan cukup besar di f/2.8 akan membantu kamu saat memotret dalam kondisi low light. Harga lensa E 20mm f/2.8 ini berada di kisaran Rp 2.999.000. Lebih murah dari lensa 50 dan 35mm di atas. 4. Sony E 30mm f/3.5 Macro Lens .